Wednesday, November 25, 2015

Pemuda dan Cara Mengisi Kemerdekaan

17 Agustus atau biasa disebut juga hari Kemerdekaan adalah hari yang ditunggu-tunggu bagi para generasi penerus Bangsa Indonesia setiap tahunnya. Generasi-generasi  yang sampai saat ini masih mempertahankan perjuangan para leluhurnya, melanjutkan usaha para pejuang-pejuang sejati yang telah mempertaruhkan nyawanya demi Nusa Bangsa yang mereka cintai, memperjuangkan kemerdekaan tanah Ibu Pertiwi ini hingga akhir hayat. Inilah hari paling bersejarah bagi seluruh Indonesia. Sungguh di zaman serba modern ini, kita tetap bisa mengingat  semua hal-hal yang telah diperjuangkan oleh pejuang Bangsa ini dalam meraih Kemerdekaan. Penting sekali akan sebuah Kemerdekaan yang telah diraih dengan jerih payah para pejuang yang telah mendahului kita. Sebuah kehormatan besar untuk para  pejuang dalam membela Bangsa ini.

Lalu menurut kalian para generasi muda, apa yang terkandung dalam Kemerdekaan Indonesia ini? Apakah hanya sekilas untuk memperingati dan meramaikan hari Kemerdekaan? Apakah kalian merasa sudah merdeka dalam kehidupan kalian masing-masing? Apakah kalian sebagai generasi muda penerus Bangsa bisa dengan setulus hati memaknai arti dari Kemerdekaan? Lalu bagaimanakah cara pemuda dalam mengisi dan juga memaknai Kemerdekaan?

Cara pemuda atau generasi penerus bangsa dalam mengisi dan memaknai kemerdekan bukanlah dengan cara mengangkat senjata dan bertempur di medan perang. Mengisi dan memaknai kemerdekaan juga bisa dilakukan lewat Bidang Ekonomi, Pendidikan,Teknologi, Politik dan Sosial Budaya. Namun jika memang sangat mendesak, Generasi muda juga harus siap turun ke medan pertempuran untuk berjuang demi mempertahankan kembali kemerdekaan Indonesia.

Belajar merupakan hal yang paling utama yang bisa dilakukan dalam mengisi dan memaknai kemerdekaan. Belajar tidak harus dalam konteks sekolah formal yang diwajibkan di Negara ini. Banyak sekali media-media yang bisa menjadi sarana pembelajaran yang bisa gunakan untuk mendapatkan ilmu, paling tidak mendapatkan pengalaman. Dengan banyak belajar dan mendapatkan pengalaman, setidaknya kita selaku generasi penerus bangsa telah belajar mandiri tanpa banyak mengeluh dan menuntut banyak dari Negara ini. Itu karenanya pendidikan itu penting.

Cara anak muda dalam mengisi dan juga mamaknai kemerdekaan bisa dilakukan dengan cara seperti mendukung perkembangan produk dalam negeri. Seperti kita ketahui bersama, banyak anak muda Indonesia yang lebih merasa bangga saat menggunakan produk dari brand-brand ternama di dunia. Hal tersebut tentunya dapat mematikan pertumbuhan dari brand-brand lokal yang beberapa diantaranya juga memiliki kualitas produk yang tidak kalah dengan brand luar. Saat ini, begitu banyak brand asli Indonesia yang bermunculan dalam berbagai bidang, seperti fashion, food and beverage dan lain lain.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan cara mengenalkan budaya Indonesia kepada dunia. Menurut Sunarto, pengenalan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia juga dapat dijadikan sebagai wujud untuk mengisi dan memaknai kemerdekaan. Pemuda yang pernah ikut serta dalam kegiatan pertukaran pemuda ke Kanada ini tidak lupa untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada teman-temannya di Kanada saat mengikuti kegiatan pertukaran pemuda.

“Di sana kami mengenalkan budaya dan kesenian tradisional Indonesia kepada mahasiswa di sana, salah satunya yaitu Tari Saman yang berasal dari daerah Aceh”, ujarnya.

Budaya memang menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari nama suatu bangsa. Bahkan budaya bisa dikatakan sebagai hal yang dapat menjadi representasi dari bangsa dan negara yang bersangkutan. Mari kita isi dan maknai bersama kemerdekaan Bangsa Indonesia dengan berbagai hal yang positif dan bisa menjadi kebanggaan rakyat Indonesia di

Tuesday, October 27, 2015

ILMU SOSIAL DASAR & PERTUMBUHAN PENDUDUK


PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR

Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah ilmu yang memberikan pengetahuan dasar dan pengertian tentang berbagai konsep yang dikembangkan untuk menjelaskan gejala - gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran seseorang dalam menghadapi lingkungan sosial.


LATAR BELAKANG PERLUNYA MEMPELAJARI ILMU SOSIAL DASAR

Ilmu sosial dasar (ISD) perlu dipelajari untuk membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian seseorang agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas, dan ciri-cri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia - manusia lainnya, serta sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan.

PERBEDAAN ISD DENGAN IPS

Ilmu sosial dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah masalah - masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat - masyarakat sekitar kita dengan menggunakan pengertian - pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu - ilmu pengetahuan sosial.
Perbedaan Antara Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), yaitu:
  • Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
  • Ilmu Sosial Dasar merupakan satu mata kuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
  • Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.

PERTUMBUHAN PENDUDUK

Sebuah artikel tentang pertumbuhan penduduk di sebuah situs berita online (sumber) menyatakan dalam setahun, pertumbuhan penduduk Indonesia setara dengan jumlah penduduk Singapura. Laju pertumbuhan penduduk tidak merata di tiap tempat, Adapun laju pertumbuhan penduduk tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan Kepulauan Riau. Sedangkan provinsi dengan pertumbuhan penduduk paling rendah adalah Yogyakarta.
Penyebab tingginya pertumbuhan penduduk disebabkan oleh kurangnya sosialisasi pemerintah tentang pentingnya program Keluarga Berencana (KB), oleh karena itu, revitalisasi program KB sangat diperlukan

PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL

Ada beberapa ciri kependudukan yang mempengaruhi terhadap perkembangan sosial dan perencana pembangunan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah di Indonesia. Beberapa ciri tersebut antara lain adalah:
  1. Penduduk Dimasa Depan Akan Semakin Tinggi Pendidikannya. Penduduk yang makin berpendidikan dan sehat akan membentuk sumber daya manusia yang makin produktif. Tantangannya adalah menciptakan lapangan kerja yang memadai. Sebab bila tidak, jumlah penganggur yang makin berpendidikan akan bertambah. Keadaan ini dengan sendirinya merupakan pemborosan terhadap investasi nasional. Karena sebagian besar dana tercurah dalam sektor pendidikan, disamping kemungkinan terjadinya implikasi sosial lainnya yang mungkin timbul.
  2. Penduduk Yang Makin Sehat Dan Angka Harapan Hidup Naik. Usia harapan hidup yang tinggi dan jumlah penduduk lanjut semakin besar akan juga menuntut kebijaksanaan-kebijaksanaan yang serasi dan sesuai dengan perubahan tersebut. Suatu tantangan pula untuk dapat memanfaatkan panduduk usia lanjut yang masih potensial agar dapat dimanfaatkan sesuai pengetahuan dan pengalamannya.
  3. Penduduk Akan Bergeser Ke Usia Yang Lebih Tua. Pada saat ini di Indonesia telah terjadi proses transisi umur penduduk Indonesia dari penduduk muda ke pensusuk tua (ageing process). Pergeseran struktur umur muda ke umur tua produktif akan membawa konsekuensi peningkatan pelayanan pendidikan terutama pendidikan tinggi dan kesempatan kerja. Sedang pergeseran struktur umur produktif ke umur tua pada akhirnya akan mempunyai dampak terhadap persoalan penyantunan penduduk usia lanjut. Bersamaan dengan perubahan sosial ekonomi diperkirakan akan terjadi pergeseran pola penyantunan usia lanjut dari keluarga kepada institusi. Apabila hal ini terjadi, maka tanggung jawab pemerintah akan semakin berat.
  4. Masih Tingginya Pertumbuhan Angkatan Kerja. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, maka laju pertumbuhan angkatan kerjanya pun cukup tinggi. Permasalahan yang ditimbulkan oleh besarnya jumlah dan pertumbuhan angkatan kerja tersebut disatu pihak menuntut kesempatan kerja yang lebih besar. Dipihak lain menuntut pembinaan angkatan kerja itu sendiri agar mampu menghasilkan keluaran yang lebih tinggi sebagai prasyarat untuk memasuki era globalisasi dan perdagangan bebas. Terjadi Perubahan Lapangan Kerja. Sejalan dengan perkembangan ekonomi dan pembangunan pada umunmnya, lapangan pekerjaan penduduk berubah dari yang bersifat primer, seperti pertanian, pertambangan, menuju lapangan pekerjaan sekunder atau bangunan. Lalu pada akhirnya akan menuju lapangan kerja tersier atau sektor jasa. Berbagai ciri dan fenomena diatas sudah sepantasnya diamati secara seksama, dalam rangka menetapkan alternatif kebijaksanaan selanjutnya.

SOLUSI UNTUK MENEKAN PERTUMBUHAN PENDUDUK

Ada beberapa cara untuk menekan pertumbuhan penduduk. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk:
  • Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
  • Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
  • Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
  • Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
  • Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
  • Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan

sumber & referensi:

Tuesday, April 28, 2015

TOURISM IN INDONESIA

10 TOURISM DESTINATION IN INDONESIA



1. Tana Toraja: Land of Heavenly Kings



Here, the nobility of Toraja are believed to be descendents of heavenly beings who came down by a heavenly stairway to live here on earth in this beautiful landscape.

And to keep up the energy of the land and its people, the Toraja people believe that these must be sustained through rituals that celebrate both life and death, which are attached to the agricultural seasons. Here rituals in connection with life are strictly separated from death rites.
Toraja is most well known for its elaborate funeral ceremonies that can take days and involve entire villages. These are not only moments for mourning but are moreover events to renew family ties and to ensure continued unity among villages and communities.













2. Lake Sentarum National Park : Wildlife Wonders Above and Below the Surface in the Heart of Borneo




Lake Sentarum National Park (LSNP) is a park protecting one of the world's most biodiverse lake -systems situated deep in the Heart of Borneo, in Indonesia’s province of West Kalimantan. Home to a wide variety of wildlife, the national park is the best place to observe activities of the true inhabitants of the Borneo Jungle such as the orangutans, proboscis monkeys, long tailed macaques, and many others in the beautiful setting of a unique lake system.
The national park is known to have the largest remaining populations of orangutans and is also considered to have the largest inland population of proboscis monkey on the entire Borneo Island.

3. The Kraton: Palace Fit For A Javanese King

The palace of Yogyakarta, known as the Keraton (also spelled kraton or karaton), is a grand complex that was meticulously planned to reflect  the Javanese cosmos. This splendid example of traditional Javanese architecture has no equal. Designed and built in stages, the Keraton was completed in 1790.
A green square called alun-alun  fronting the palace, has a large banyan tree in its center, while behind the palace is another similar square. When a sultan dies, the cortege leaves by the southern gate on its way to the cemetery of kings at Imogiri.
Even with Yogya’s modernization, the Keraton of Yogya continues to be respected by the people of Yogya, steeped as it is in mysticism and philosophy. In the afternoons, after the palace is closed to visitors, women in traditional costume can be seen respectfully sprinkling water and flowers on the pillars, lighting incense to “cleanse” the keraton from evil spirits.



4. White Sand Beach in Lampung

White Sand Beach, or Pantai Pasir Putih, in Indonesian truly describes the atmosphere. The enticing white sand refreshes the eyes and feeds the soul with the burning energy to explore. Only 20 kilometers away from Bandar Lampung, this spot has gained more and more popularity these days.

Tuesday, March 17, 2015

DEFINISI KEPARIWISATAAN BESERTA CONTOHNYA

DEFINITION OF TOURISM

Tourism is a social, cultural and economic phenomenon which entails the movement of people to countries or places outside their usual environment for personal or business/professional purposes. These people are called visitors (which may be either tourists or excursionists; residents or non-residents) and tourism has to do with their activities, some of which imply tourism expenditure.
As such, tourism has implications on the economy, on the natural and built environment, on the local population at the destination and on the tourists themselves. Due to these multiple impacts, the wide range and variety of production factors required to produce those goods and services acquired by visitors, and the wide spectrum of stakeholders involved or affected by tourism, there is a need for a holistic approach to tourism development, management and monitoring. This approach is strongly recommended in order to formulate and implement national and local tourism policies as well as the necessary international agreements or other processes in respect of tourism.

TOURISM IN INDONESIA
Liang Bua is a cave in a limestone hill in Manggarai District, Flores. The local community is familiar with this cave because of its huge size (50 meters long, 40 meters wide, and 25 meters tall). Due to its size, it was once used as a religious worship place and school.



Liang Bua is famous the world over following the finding of an ancient skull. The skull was that of a short human called Homo floresiensis, found at a depth of 6 meters.  Its brain measured only 380 cc (compared to a minimum 1200 cc for a normal modern human brain). Archaeologists are of the opinion that this skull originated from an era back in time some 18,000 years ago.

In addition, in a depth of 10.7 meters, ancient animal bones were also found including those of stegodon (an ancient elephant), komodo, turtles, and lizards.


Liang Bua is located 14 kilometers from Ruteng, the capital city of Manggarai district. Bemo (rural public transportation) and trucks carrying passengers from Ruteng usually pass this site but their schedule is tentative.  The best way to visit this cave is by taking a rented car or a motor taxi.  To reach Ruteng, you can take land transportation from Labuan Bajo, Ende or Maumere.  Everyday there is a flight from Kupang to Maumere and Ende. There is also a daily flight from Denpasar to Labuan Bajo, and a twice a week flight from Kupang to Ruteng.

Despite its famous archaeological findings, no replica or information about these findings is located in Liang Bua.  Visitors can only see the massive cave with stalagmite stones, imaginating that ancient elephants, komodo and short humans (Homo floresiensis) once lived here thousands of years ago. Near Liang Bua, there are other caves such as Gua Galang (with bathing stones) and Gua Tanah.  You can walk to these caves.

OPINION ABOUT TOURISM


The positive effects of tourism on a country’s economy include the growth and development of various industries directly linked with a healthy tourism industry, such as transportation, accommodation, wildlife, arts and entertainment. This brings about the creation of new jobs and revenue generated from foreign exchange, investments and payments of goods and services provided. Though improvements in the standard of living of locals in heavily visited tourist destinations is usually little or non-existent, inflation of the prices of basic commodities, due to visiting tourists, is a constant feature of these areas.