PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah ilmu yang memberikan pengetahuan dasar dan pengertian tentang berbagai konsep yang dikembangkan untuk menjelaskan gejala - gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran seseorang dalam menghadapi lingkungan sosial.
LATAR BELAKANG PERLUNYA MEMPELAJARI ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu sosial dasar (ISD) perlu dipelajari untuk membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian seseorang agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas, dan ciri-cri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar Indonesia, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia - manusia lainnya, serta sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan.
PERBEDAAN ISD DENGAN IPS
Ilmu sosial dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah masalah - masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat - masyarakat sekitar kita dengan menggunakan pengertian - pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu - ilmu pengetahuan sosial.
Perbedaan Antara Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), yaitu:
- Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
- Ilmu Sosial Dasar merupakan satu mata kuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
- Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.
PERTUMBUHAN PENDUDUK
Sebuah artikel tentang pertumbuhan penduduk di sebuah situs berita online (sumber) menyatakan dalam setahun, pertumbuhan penduduk Indonesia setara dengan jumlah penduduk Singapura. Laju pertumbuhan penduduk tidak merata di tiap tempat, Adapun laju pertumbuhan penduduk tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan Kepulauan Riau. Sedangkan provinsi dengan pertumbuhan penduduk paling rendah adalah Yogyakarta.
Penyebab tingginya pertumbuhan penduduk disebabkan oleh kurangnya sosialisasi pemerintah tentang pentingnya program Keluarga Berencana (KB), oleh karena itu, revitalisasi program KB sangat diperlukan
PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL
Ada beberapa ciri kependudukan yang mempengaruhi terhadap perkembangan sosial dan perencana pembangunan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah di Indonesia. Beberapa ciri tersebut antara lain adalah:
- Penduduk Dimasa Depan Akan Semakin Tinggi Pendidikannya. Penduduk yang makin berpendidikan dan sehat akan membentuk sumber daya manusia yang makin produktif. Tantangannya adalah menciptakan lapangan kerja yang memadai. Sebab bila tidak, jumlah penganggur yang makin berpendidikan akan bertambah. Keadaan ini dengan sendirinya merupakan pemborosan terhadap investasi nasional. Karena sebagian besar dana tercurah dalam sektor pendidikan, disamping kemungkinan terjadinya implikasi sosial lainnya yang mungkin timbul.
- Penduduk Yang Makin Sehat Dan Angka Harapan Hidup Naik. Usia harapan hidup yang tinggi dan jumlah penduduk lanjut semakin besar akan juga menuntut kebijaksanaan-kebijaksanaan yang serasi dan sesuai dengan perubahan tersebut. Suatu tantangan pula untuk dapat memanfaatkan panduduk usia lanjut yang masih potensial agar dapat dimanfaatkan sesuai pengetahuan dan pengalamannya.
- Penduduk Akan Bergeser Ke Usia Yang Lebih Tua. Pada saat ini di Indonesia telah terjadi proses transisi umur penduduk Indonesia dari penduduk muda ke pensusuk tua (ageing process). Pergeseran struktur umur muda ke umur tua produktif akan membawa konsekuensi peningkatan pelayanan pendidikan terutama pendidikan tinggi dan kesempatan kerja. Sedang pergeseran struktur umur produktif ke umur tua pada akhirnya akan mempunyai dampak terhadap persoalan penyantunan penduduk usia lanjut. Bersamaan dengan perubahan sosial ekonomi diperkirakan akan terjadi pergeseran pola penyantunan usia lanjut dari keluarga kepada institusi. Apabila hal ini terjadi, maka tanggung jawab pemerintah akan semakin berat.
- Masih Tingginya Pertumbuhan Angkatan Kerja. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, maka laju pertumbuhan angkatan kerjanya pun cukup tinggi. Permasalahan yang ditimbulkan oleh besarnya jumlah dan pertumbuhan angkatan kerja tersebut disatu pihak menuntut kesempatan kerja yang lebih besar. Dipihak lain menuntut pembinaan angkatan kerja itu sendiri agar mampu menghasilkan keluaran yang lebih tinggi sebagai prasyarat untuk memasuki era globalisasi dan perdagangan bebas. Terjadi Perubahan Lapangan Kerja. Sejalan dengan perkembangan ekonomi dan pembangunan pada umunmnya, lapangan pekerjaan penduduk berubah dari yang bersifat primer, seperti pertanian, pertambangan, menuju lapangan pekerjaan sekunder atau bangunan. Lalu pada akhirnya akan menuju lapangan kerja tersier atau sektor jasa. Berbagai ciri dan fenomena diatas sudah sepantasnya diamati secara seksama, dalam rangka menetapkan alternatif kebijaksanaan selanjutnya.
SOLUSI UNTUK MENEKAN PERTUMBUHAN PENDUDUK
Ada beberapa cara untuk menekan pertumbuhan penduduk. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk:
- Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
- Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
- Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
- Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
- Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
- Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
sumber & referensi:
No comments:
Post a Comment